Inilah 21 tokoh wanita yang dikisahkan dalam Al Qur'an

Tokoh-tokoh wanita yang dikisahkan dalam Al Quran - Banyak sekali pelajaran hidup yang dapat kita ambil dari tokoh-tokoh yang dikisahkan dalam kitab suci Al-Qur'an. Bukan hanya kisah yang baik, tetapi ada juga kisah-kisah yang buruk. Tentu saja sebagai umat muslim kita dituntut untuk bisa mengambil hikmah dari kisah-kisah tersebut. Dan berikut ini adalah tokoh-tokoh wanita yang dikisahkan dalam Al Quran.

wanita muslim berhijab

1. Rithah Al-Hamqa (Q.S. 16:92)
Rithah adalah seorang gadis dari Bani Mahsum, usianya sudah lebih dari masa seorang gadis menikah, namun belum ada pemuda yang datang meminangnya. Ayah ibunya sudah mengeluarkan banyak biaya qurban untuk berhala dan pergi ke ahli nujum. Namun hasilnya sia sia. Hingga ayah dan ibunya meninggal barulah dia menikah dengan sepupunya yang bernama Sukhr. Namun kemudian terbukti bahwa Sukhr hanya menginginkan harta kekayaan Rithah saja, dan akhirnya Sukhr meninggalkan Rithah seorang diri. Hal ini tentu membuat Rithah kecewa. Dan sebagai pelampiasan kekecewaannya, Rithah memperkerjakan gadis-gadis makkah untuk memintal benang. Dan jika malam tiba, Rithah mengurai kembali benang-benang yang telah dipintal tadi. Begitu terus pekerjaan Rithah setiap hari sampai ajal menjemputnya.

2. Ummu Jamil - istri Abu Lahab (Q.S. 111:1-5)
Ummu Jamil yang buta sebelah mata selalu iri kepada orang lain. Kegemarannya mengadu domba, menghasut dan menyebar fitnah. Ummu Jamil sangat membenci Rasulullah dan selalu merintangi dakwah beliau. Apalagi ketika turun surat Al-Lahab, Ummu Jamil langsung memaksa kedua putranya untuk menceraikan istri mereka yang merupakan putri-putri Rasulullah yaitu Ruqayyah dan Ummu Kaltsum. Setiap hari Ummu Jamil menebarkan duri di jalan yang biasa dilalui Rasulullah untuk menyakiti beliau meskipun itu hanya sia-sia saja. Hingga akhirnya Ummu Jamil menemui ajalnya di tengah jalan, ketika dia sedang menebarkan duri-duri seperti biasa, sebagai seburuk-buruknya kematian.

Baca juga: Kata kata mutiara bijak kehidupan Islami

3. Ummu Musa (Q.S. 28:7, 10, 12, 13)
Ummu Musa sedang hamil tua ketika Fir'aun memerintahkan tentaranya  untuk membunuh setiap bayi laki-laki dari Bani Israil. Ummu Musa selalu menghibur ibu-ibu yang kehilangan bayinya dan menasehatinya agar bersabar. Ketika Musa lahir, Allah mewahyukan kepada Ummu Musa untuk menghanyutkan Musa dengan keranjang di sungai nil. Hingga akhirnya Musa diselamatkan oleh Asiah istri Fir'aun. Musa tidak mau menyusu pada wanita lain kecuali Ummu Musa. Maka Asiah menyerahkan Musa kepada Ummu Musa untuk dirawat. Keyakinan Ummu Musa akan jaminan Allah, membuatnya dapat merawat Musa kembali dengan aman.

4. Wa'ilah - istri nabi Luth as (Q.S. 66:10; 7:80-81; 29:30; 11:78,79,81-83)
Karena tidak tahan dengan godaan harta yang dijanjikan kaumnya yang sesat, dia menerima bujukan nenek tua si penghasut. Wa'ilah selalu memberikan kabar kepada kaum sodom yang melakukan homosex dikala suaminya kedatangan tamu yang berwajah tampan. Imbalannya berupa emas batangan dan juga perak. Dia juga mengabarkan ketika malaikat datang dengan rupa lelaki tampan untuk menyampaikan perintah Allah agar Luth as bersama keluarganya mengungsi karena adzab Allah akan diturunkan pada saat subuh tiba. Akhirnya Wa'ilah yang bukan lagi termasuk keluarga Luth as akibat kekhianatannya turut merasakan adzab Allah yang menghancurkan kaum sodom.

5. Zulaikha - istri Al-'Aziz (Q.S. 12:21, 25-34, 52-53)
Meskipun memiliki kekayaan yang melimpah, dia merasa tidak bahagia karena tidak memperoleh anak dari suaminya. Lalu dia jatuh cinta kepada Yusuf as yang sudah dianggap anak sendiri oleh suaminya. Namun Zulaikha gagal merayu Yusuf as kemudian menghasut suaminya untuk memenjarakan Yusuf as. Hingga pada suatu ketika raja Mesir memanggilnya untuk diminta kesaksiannya tentang Yusuf as. Saat itu Zulaikha mengakui kesalahannya yang selama ini telah membebani jiwanya. Dan pada akhirnya dia menghabiskan sisa hidupnya dengan merana karena ingatannya pada Yusuf.

6. Maryam Al-Bathul (Q.S. 3:36, 45; 4:157; 19:19-21, 23-33; 66:12)
Maryam anak dari Khannah binti Faqudz dan Imran bin Matsan. Dia seorang alim Bani Israil. Dia telah dinadzarkan ibunya untuk diserahkan je Baitul Maqdis. Ketika lahir ayahnya sudah meninggal dan dia dipelihara oleh Zakaria suami bibinya. Dan dibangunkan kamar kusus untuknya di dalam rumah ibadat. Kesabaran Maryam diuji Allah ketika dicaci kaumnya karena melahirkan anak (Isa) tanpa suami. Hingga akhirnya dengan kuasa Allah Isa yang masih dalam buaian menjawab ejekan-ejekan itu. Sehingga kaumnya sadar bahwa semua itu adalah mu'jizat Allah. Maryam wafat setelah enam tahun Isa as diangkat Allah ke langit.

Baca juga: 50 pesan bijak mutiara hikmah Luqmanul Hakim

7. Balqis - Ratu Saba' (Q.S. 27:20-21, 23-24, 27-40, 44)
Atas berita dari burung Hud-hud tentang adanya negri Saba', Sulaiman as menulis surat kepada Ratu Balqis agar dia dan kaumnya penyembah matahari, menundukkan diri. Setelah bermusyawarah dengan kaumnya, Balqis mengirim utusan yang membawa hadiah mewah bagi nabi Sulaiman untuk nenguji apakah Sulaiman as seorang raja biasa atau seorang nabi. Akhirnya ratu Balqis dan kaumnya tunduk kepada Risalah Allah yang dibawa Nabi Sulaiman as setelah menyaksikan kebijaksanaan dan kebesarannya. Ratu Balqis lalu menjadi istri nabi Sulaiman as.

8. Istri Nabi Nuh as (Q.S. 66:10; 71:5-24; 11:38-39,43)
Walaupun menjadi istri seorang nabi, namun istri Nuh as tidak mau beriman pada risalah yang diemban suaminya bahkan bersengkongkol dengan Kan'an (anaknya) dan kaumnya untuk menggagalkan dakwah Nuh as dengan ejekan-ejekan yang menyakitkan. Ketika adzab Allah berupa air bah datang istri Nuh dan anaknya (Kan'an) menolak untuk menaiki bahtera bahkan dengan sombong berkata bahwa mereka akan naik ke atas gunung untuk menghindari air bah tersebut. Hingga akhirnya tenggelamlah mereka.

9. Khaulah Binti Tsa'Labah (Q.S. 2:45; 58:1-4)
Khaulah yang bersuamikan Aus Bin Shamit (seorang lelaki tua miskin dan kasar perangainya) sangat sabar menanggung beban hidupnya. Sampai suatu ketika (karena tidak ada makanan di rumah) Aus mendzihar, mengatakan mengatakan bahwa Khaulah seperti punggung ibunya. Setelah mengadukan hal ini kepada Rasulullah, turunlah ketetapan Allah bahwa perceraian jahiliyah itu tidak sah dan suami harus memerdekakan hamba atau puasa dua bulan berturut turut atau memberi makan 60 orang miskin sebelum dia sentuh istrinya. Khaulah wanita yang berani menasehati Umar Bin Khattab pada saat menjadi khalifah. Dan nasehatnya didengarkan dengan baik oleh Umar.

10. Zainab Binti Jahsy (Q.S. 33:6, 28-29, 32-34, 37-38, 40)
Putri paman Rasulullah yang bercerai dengan Zaid bin Haritsah ra. Nama asalnya Barrah. Pernikahan dengan Rasulullah atas perintah Allah sebagai hapusnya pengakuan anak angkat.

11. Aisyah (Q.S. 12:18; 24:11)
Putri Abu Bakar dengan Ummu Ruman. Dinikahi Rasulullah sebelum hijrah atas usul Khaulah binti Hakim dan berkumpul dengan beliau setelah hijrah.

12. Mariyah Al-Qibtiyah (Q.S. 66:1-5)
Hadiah dari Al-Muqauqis (raja mesir) kepada Rasulullah sebagai balasan dari surat beliau yang dibawa oleh khatib bin Abi Balta'ah ra. Melahirkan Ibrahim ( putra Rasulullah satu satunya selain dari yang dilahirkan kadijjah ra). Wafat lima tahun setelah wafatnya Rasulullah.

13. Shofura - istri Musa as (Q.S. 28:23-29)
Anak orang shaleh di Madyan. Terpelihara kesuciannya ikhtilat (percampuran antara lelaki dan wanita yang bukan muhrim)

14. Asiyah - istri Fir'aun (Q.S. 28:9; 66:11)
Wanita yang beriman pada Allah, dan berlepas diri dari kekufuran Fir'aun. Wanita yang teguh mempertahankan Iman walaupun disiksa dengan diikat pada empat tiang dan dicambuk hingga menemui syahidnya.

15. Maimunah binti Al-Harits (Q.s. 33:50)
Saudara dari Ummu Fadhl dan Asma binti Umais. Janda dari Abu Rahm Al-Amiri. Menikah dengan Rasulullah di makkah saat Rasulullah melakukan umrah Qadha dengan mahar 400 dirham.

16. Masikah At-Ta'ibah (Q.S. 24:33)
Sahaya Abdullah bin Ubay bin Salul yang dipaksa tuannya menjadi pelacur. Setelah mengenal Islam tidak mau lagi mengerjakan pejerjaannya yang lama sehingga disiksa oleh Ibnu Salul. Akhirnya masikah melarikan diri dari rumah Salul dan mengadu kepada Rasulullah sehingga turun ayat Allah yang melindunginya.

17. Hawa (Q.S. 2:35, 37; 7:20, 22-25; 20:120)
Diciptakan Allah dari tulang rusuk kiri Adam as. Yang disebut Al-Qushairi. Atas bujukan iblis, lebih dulu memakan buah yang dilarang Allah daripada Adam as.

18. Sarah istri Ibrahim as (Q.s. 11:70,72;73; 14:37)
Wanita pertama pengikut pengikut dakwah Ibrahim as. Allah memelihara tubuhnya dari jamahan Fir'aun. Dalam penantian panjang seorang cahaya mata, dia usulkan agar suaminya menikahi hajar. Api cemburu tak terelakkan saat sang bayi yang dinanti lahir dari rahim hajar. Namun Allah selalu bersama orang-orang yang sabar. Datanglah kabar gembira bahwa ia akan segera hamil dan melahirkan Ishaq. Bahkan Sarah dianugrahi dua Nabi (Ishaq dan Yakub) dari keturunannya.

19. Kabisyah binti Ma'an (Q.S. 4:19)
Kabisyah adalah istri Ashim bin Al-Aslat. Memelihara anak tirinya yang ditinggal mati oleh ibunya. Ketika Ashim meninggal keluarga mertuanya mengusirnya tanpa hak memiliki warisan suaminya. Dia masuk Islam dan dilindungi oleh Rasulullah sesuai perintah Allah SWT.

20. Ummu Kujjah (Q.S. 4:11; 42:49)
Mu'minat yang memberi srmangat kepada suaminya saat hamil tua. Suaminya syahid di Uhud namun harta bagian suaminya tak diperolehnya. Akhirnya Allah memerintahkan untuk membagi Ummu Kujjah dan anak-anaknya sesuai peraturan Islam.

21. Ummi Kaltsum bin Uqbah (Q.S. 60:10; 94:5)
Wanita beriman yang terperangkap di makkah. Di tengah penjara lingkungan jahiliyyah saat adanya perjanjian Hudaibiyyah yang semakin mengekang. Akan tetapi dia semakin yakin ketika membaca firman Allah "Karena sesungguhnya beserta kesulitan itu ada keringanan". Dengan tekad bulat ia pun berangkat hijrah ke Madinah, saudaranya datang menjemput. Turunlah perintah Allah untuk tidak mengembalikannya kepada kaum kufar.

Demikian artikel tentang tokoh-tokoh wanita yang dikisahkan dalam Al-Qur'an. Jika sekiranya bermanfaat silahkan dibagikan. Terimakasih

Iklan Tengah Artikel 1